Menjadi Seorang Wanita Seutuhnya (Ibu) – Online Konselor

Setelah melahirkan, seorang wanita akan menjadi ibu, berarti menjadi ibu adalah menjadi wanita seutuhnya, dan itu membuat wanita makin “cantik”.

Lalu apa maksudnya menjadi wanita seutuhnya? Apakah ini berkaitan dengan salah satu peran wanita dalam kehidupan?

 

Dalam Islam, ada 3 peran sentral wanita dalam kehidupan: peran wanita dalam mendidik umat (sebagai ibu), peran wanita dalam mendampingi suami (sebagai istri), dan peran wanita dalam masyarakat dan negara.

 

  1. peran wanita dalam mendidik umat (sebagai ibu), Ibu adalah madrasah, jika kamu menyiapkannya, Sama halnya dengan menyiapkan para generasi yang kesatria, Ibu laksana kebun, jika kamu telaten menyiraminya, Maka tanaman-tanamannya akan lebat dan meneduhi, Ibu adalah gurunya para guru

(Hafidh Ibrahim)

 

Ibu merupakan guru pertama bagi anaknya. Apa yang ibu lakukan, ajarkan, dan rasakan akan terekam dalam otak anak dan pastinya akan berpengaruh kuat pada kepribadian anak. Jika seorang ibu ingin mendapati anak-anaknya memiliki adab-adab islami, seorang ibu harus mempersiapkan diri dengan membekali dirinya dengan ilmu dan membiasakan dirinya dengan adab-adab islami. InsyaAllah akan memudahkan ibu dalam mengajarkan pendidikan  aqidah, ibadah, dan akhlak kepada anak. Selain itu, pilihkan lingkungan dan media belajar yang baik untuk anak. Lingkungan dan media belajar yang baik akan mengasah otak anak dengan baik pula. Ajarkan juga olahraga kepada anak agar anak menjadi generasi yang kuat.

 

  1. peran wanita dalam mendampingi suami (sebagai istri)

Taat kepada suami, mampu membantu suami ketika merasa kesulitan, mampu menenangkan suami ketika mengalami kegundahan,  mampu menyemangati suami ketika mengalami keterpurukan. Menjadi istri yang solehah yang bersedia mendampingi suami dalam suka dan duka sehingga bisa tercipta keluarga samara, begitulah kira-kira gambaran istri ideal. Seperti halnya Ibunda Khadijah ra yang senantiasa mendampingi Rasulullah saw dalam berdakwah dengan segala sesuatu yang dimilikinya.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

 

  1. peran wanita dalam masyarakat dan negara

Selain peran dalam keluarga, wanita juga memiliki peran dakwah dalam masyarakat, menyebarkan nilai-nilai Islam dan bermanfaat bagi orang lain.

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ad-Daraquthni dan Ath-Thabarani).

Peran wanita dalam masyarakat sangat dibutuhkan dalam membentuk masyarakat yang baik, misalnya dengan mendidik ibu-ibu dan pemudi-pemudi di sekitar lingkungan tempat tinggalnya atau minimal dengan membantu tetangga yang sedang dalam kesulitan. Keluarnya wanita dari rumah dalam melaksanakan peran ini tentunya harus memperhatikan adab-adab yang sesuai dengan koridor syari’at dan tidak melupakan perannya dalam keluarga.

 

Hmm, peran-peran yang luar biasa untuk menjadikan seorang wanita utuh atau sempurna. Secara status aku memang sudah menjadi istri dan ibu, dan menjadi bagian dari masyarakat. Namun apakah aku sudah melakukan peran-peran di atas? Sepertinya belum. Waah, makanya aku nggak kelihatan makin cantik waktu ngaca tadi (baru nyadar..).

 

Semoga ke depannya aku bisa memenuhi peran-peranku sebagai wanita agar bisa menjadi wanita seutuhnya dan makin cantik, cantik di mata Allah yang utama. Aaamiin

 

 

sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *